Sekilas Tentang Gambar Teknik
Gambar teknik adalah gambar yang bersifat tegas, terdiri dari
garis-garis, simbol-simbol serta tulisan tegak yang telah disepakati atau
mempunyai standar tertentu. Sebuah gambar adalah suatu bentuk goresan yang
sangat jelas dari benda nyata, ide atau rencana yang diusulkan untuk pembuatan
atau konstruksi selanjutnya. Gambar mungkin berbentuk banyak, tetapi metode
membuat gambar yang sangat jelas adalah sebuah bentuk alami dasar dari
komunikasi ide-ide di dunia keteknikan.
Fungsi gambar teknik yaitu :
1.
Sebagai penyampaian
informasi
2.
Sebagai sarana
penyimpanan dan penggunaan
3.
Sebagai Konsep
Perencanaan
Dasar
- Dasar Gambar Tenik
Untuk menggambar teknik kita perlu mengetahui dasar - dasar
pembuatan gambar teknik. Hal ini wajib karena gambar teknik bukan untuk konsumsi
sendiri. Jadi syarat mutlak gambar teknik yaitu gambar itu harus bisa dibaca
oleh orang lain dan sesuai dengan standard. Berikut standar - standar gambar teknik.
1. Standard ketebalan garis dan jenis-jenis garis
beserta fungsinya
2. Standar Ukuran Kertas
3. Standar Ukuran Etiket
Etiket gambar adalah bentuk dari bagian
dari sebuah gambar yang akan memuat berbagai macam bentuk data maupun infomasi
yang ada dari sebuah gambar tersebut.
4. Standar Proyeksi
Proyeksi adalah gambar bayangan suatu benda yang
berasal dari benda nyata atau imajiner yang dituangkan dalam bidang gambar
denga cara – cara tertentu. Cara-cara tersebut berkenaan dengan arah garis
pemroyeksi yang meliputi sejajar (paralel) dan memusat (sentral). Arah yang
sejajar terdiri atas sejajar tegak lurus terhadap bidang gambar dan sejajar
akan tetapi miring terhadap bidang gambar. Macam – macam proyeksi sebagai
berikut :
1. Proyeksi Piktorial
Proyeksi Piktorial adalah suatu cara menampilkan gambar secara tiga dimensi dalam dalam suatu bidang gambar (dua dimensi). Proyeksi piktorial dapat dilakukan dalam beberapa macam cara proyeksi sesuai dengan aturan menggambar. Beberapa cara proyeksi piktorial yaitu :
1.1 Proyeksi Isometri
Ciri pada proyeksi isometri ini adalah sumbu X dan sumbu Y mempuyai sudut 30°. Sudut antara sumbu X dan sumbu Y adalah 120°. Skala ukuran pada sumbu X, Y, maupun Z yaitu 1:1.
1.2 Proyeksi Dimetri
Ciri pada proyeksi dimetri ini adalah sumbu X mempuyai sudut 7° dan Y mempuyai Sudut 40°. Skala ukuran pada sumbu X dan Z yaitu 1:1, dan pada sumbu Y 1:2.
1.3 Proyeksi Miring
Ciri proyeksi ini adalah sumbu X berimpit dengan garis horizontal atau garis datar dan sumpu Y mempuyai sumbu 45°. Skala ukuran pada sumbu X dan Z yaitu 1:1, dan pada sumbu Y 1:2.
2. Proyeksi Ortogonal
Proyeksi Ortogonal berbeda dengan proyeksi piktorial. Bila proyeksi piktorial menampilkan benda secara tiga dimensi dalam satu sudut pandang, maka proyeksi ortogonal menampilkan secara dua dimensi dari beberapa sudut pandang. Proyeksi ini dibagi menjadai dua, yaitu proyeksi Eropa dan proyeksi Amerika.
Simbol Proyeksi Ortogonal
Standar Ukuran Simbol
2.1 Proyeksi Eropa
Proyeksi Eropa disebut juga dengan proyeksi sudut pertama, dan ada juga yang menyebutkan proyeksi kuadran I. dapat diketahui proyeksi ini merupakan letak proyeksi bidangnya terbalik dengan arah pandanganya.
2.2 Proyeksi Amerika
Proyeksi Amerika biasanya sering disebut sudut ketiga dan juga ada yang menyebutkan proyeksi kuadran III. Proyeksi Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama dengan arah pandanganya.
5. Standar Potongan Gambar Teknik
Pada gambar teknik mesin ada 3 macam
pemotongan, Berfunsi sebagai berikut :
1. Untuk memperpendek gambar
2. Untuk memberi ukuran
3. Untuk melihat gambar bagian dalam
Berikut macam - macam Potongan :
1. Potongan Penuh
Pemotongan Penuh adalah memotong 1/2 dari gambar yang akan dipotong. Yang terbuang bagian dibelakang panah.
2. Potongan Sebagian
Pemotongan Penuh adalah memotong 1/4 dari gambar yang akan dipotong. Yang terbuang bagian dibelakang panah.
3. Potongan Setempat
Pemotongan setempat ini dilakukan pada bagian yang mau dipotong saja, tujuannya adalah meringkas gambar dan melihat bagian dalam.
6. Standar Dimensi
Standar Dimensi dibagi dua yaitu:
1. Standar Huruf
Penulisan huruf teknik telah dinormalisasikan oleh ISO ( Internasional Standar Organitation ) untuk semua dokumen teknik dianjurkan mengunakan ukuran huruf ini.
Posisi huruf ada 2 macam yaitu :
1. Tegak Lurus.
2. Miring 15° kekanan
2. Standar Penunjuk Ukuran
2.1 Penunjuk Ukuran Berantai
2.2 Penunjuk Ukuran Pararel Atau Sejajar
2.3 Penunjuk Ukuran Kombinasi
Pedoman dalam Penyusunan :


















No comments:
Post a Comment